Keponesia | Kepercayaan diri perempuan masa kini semakin tercermin dalam cara mereka mengekspresikan diri melalui pilihan gaya yang berani dan penuh karakter. Tren scarf berwarna bold, aksesori statement, hingga busana dengan identitas visual kuat menunjukkan bahwa fashion kini tidak lagi sekadar menjadi pelengkap penampilan. Fashion telah berkembang menjadi medium visual yang merepresentasikan identitas, aspirasi, dan kepribadian perempuan.
Hari Kartini menjadi momentum untuk melihat bagaimana semangat perjuangan perempuan terus bertransformasi dari masa ke masa. Jika dahulu R.A. Kartini memperjuangkan akses perempuan terhadap kesempatan yang lebih luas, hari ini semangat itu hadir dalam wujud yang lebih dekat dengan keseharian. Perempuan kini semakin leluasa menyatakan jati diri dan menampilkan karakternya, termasuk melalui fashion.
Di balik fenomena ini, sejumlah brand fashion lokal hadir seiring dengan cara perempuan Indonesia mengekspresikan diri lewat gaya visual yang kuat. Buttonscarves menjadi contoh brand lokal yang menghadirkan representasi perempuan yang ekspresif, percaya diri, dan memiliki karakter khas. Tidak hanya lewat produknya, Buttonscarves juga membawa cerita founder perempuan di balik brand yang menghadirkan perspektif autentik dalam setiap karya, sekaligus memperlihatkan fashion sebagai bahasa identitas perempuan masa kini.
Kisah Linda Anggrea membangun kebanggaan perempuan lewat gaya dan simbol khas dari Buttonscarves
Lahir dari kepekaan terhadap kebutuhan pasar, Buttonscarves merupakan buah pemikiran Linda Anggrea, sosok perempuan hebat yang ingin menghadirkan rangkaian modest fashion yang premium. Melihat masih terbatasnya pilihan produk yang memadukan kualitas terkurasi dengan estetika yang kuat di Indonesia, Linda membangun Buttonscarves sebagai jawaban bagi perempuan yang mendambakan keanggunan sekaligus fungsionalitas dalam satu pengalaman yang eksklusif.
Lebih dari sekadar brand fashion, Buttonscarves dikembangkan dengan visi untuk menciptakan standar baru. Setiap elemen desain, mulai dari material, detail, hingga identitas visual, dirancang sebagai representasi kebanggaan bagi perempuan yang memakainya.
Dalam semangat Hari Kartini, brand ini merefleksikan sosok perempuan yang memiliki standar tinggi terhadap dirinya sendiri, perempuan yang berani mengambil keputusan besar, mandiri, dan berdampak. Melalui lini produknya, Buttonscarves menjadi “bahasa” bagi perempuan yang ingin menunjukkan karakter dan rasa percaya diri mereka tanpa banyak bicara.
Linda Anggrea, CEO & Creative Director of Buttonscarves mengatakan, perempuan saat ini mengapresiasi nilai di balik sebuah produk. Identitas visual Buttonscarves yang kuat dirancang untuk memberikan sense of empowerment.
“Mengenakan sesuatu yang memiliki karakter adalah cara perempuan menunjukkan siapa mereka dan kualitas yang mereka perjuangkan,” katanya.
Perjalanan Buttonscarves dimulai dari koleksi scarf hijab premium yang dikenal dengan kualitas material, detail khas, dan desain ikonik. Seiring waktu, brand ini berkembang menjadi lifestyle brand yang hadir dalam berbagai aspek kehidupan perempuan modern.
Kini, Buttonscarves menghadirkan beragam lini produk, mulai dari pakaian, tas, aksesori, hingga pelengkap gaya hidup yang selaras dengan kebutuhan perempuan yang kian dinamis.
Sinergi Buttonscarves lewat teknologi & inovasi digital dalam mendorong potensi perempuan
Seiring pertumbuhannya, Buttonscarves juga membangun komunitas BS Lady yang solid di berbagai belahan dunia. Dengan identitas visual khas, para perempuan dalam komunitas ini memiliki simbol kebersamaan yang memungkinkan mereka saling mengenali dan merasa terhubung sebagai bagian dari ekosistem yang sama. Kehadiran komunitas ini memperkuat posisi Buttonscarves bukan hanya sebagai brand fashion, tetapi juga sebagai representasi gaya hidup perempuan modern.
Bergabung dengan Shopee, Buttonscarves memperkuat jangkauan strategisnya sebagai top-of-mind di kategori modest fashion. Kehadiran Shopee tidak hanya memicu pertumbuhan penjualan yang konsisten, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan komunitas affiliate Buttonscarves melalui Shopee Affiliate Program.
Inisiatif ini selaras dengan nilai Buttonscarves dalam mendorong kemandirian ekonomi, dengan memberikan kesempatan bagi perempuan untuk memiliki sumber penghasilan tambahan secara fleksibel agar terus berkembang dan berdaya di tengah dinamika zaman.
Kedekatan autentik dengan pelanggan pun semakin solid, kontribusi pesanan melalui Shopee Live terhadap total penjualan Buttonscarves di Shopee di awal tahun ini meningkat hingga 80% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sinergi antara teknologi, komunitas, dan kolaborasi bersama Shopee ini bagi Linda merupakan salah satu wujud emansipasi modern. Linda menambahkan, “Bagi saya, semangat Kartini adalah tentang keberanian perempuan untuk menentukan jalannya sendiri.
Perempuan hari ini tidak harus memilih antara menjadi kuat atau lembut, karena mereka bisa menjadi keduanya. Dan dengan dukungan dari Shopee, kami juga dapat melihat bagaimana teknologi dapat membuka lebih banyak peluang bagi perempuan untuk berkembang, berdaya, dan menjangkau potensi mereka dengan cara yang relevan di era sekarang.
