KEPONESIA
BISNIS

Punya Bisnis Tapi Masih Stuck? Coba Cek Hal Ini Supaya Bisnismu Naik Level

bisnis naik level

Keponesia | Memulai usaha sejak masih kuliah atau baru lulus kini semakin menarik bagi anak muda. Hasil dari Riset yang dilakukan SMERU pada 2022 menunjukkan bahwa 73% anak muda tertarik untuk berbisnis.

Apalagi, hadirnya media sosial dan platform digital membuat produk bisa mulai dipasarkan dari lingkar pertemanan, tanpa harus memiliki toko fisik terlebih dahulu.

Namun, memiliki produk dan mendapatkan pembeli pertama baru menjadi langkah awal. Tantangan yang lebih besar sering kali muncul setelah bisnis mulai berjalan.

Fase inilah yang kerap menentukan arah sebuah bisnis anak muda, apakah usaha akan terus berjalan dalam skala yang sama, atau mulai dikembangkan menjadi bisnis yang lebih serius dan berkelanjutan.

Lalu, apa saja tanda bahwa bisnismu sudah berjalan, tetapi belum benar-benar naik level? Berikut tiga hal yang perlu diperhatikan:

Pelanggan sudah ada, tetapi modal terus habis untuk memenuhi pesanan berikutnya

Bagi sebagian pebisnis muda, pendapatan yang masuk masih habis untuk memenuhi kebutuhan produksi dan pesanan berikutnya. Akibatnya, mereka memiliki ruang terbatas untuk menambah stok, memperbaiki packaging, memperluas promosi, hingga memperluas market. Di fase ini, tambahah modal dapat menjadi dorongan penting agar bisnis tidak hanya terus berjalan, tetapi juga bertumbuh.

Produk sudah laku, tetapi belum siap untuk di ekspansi

Sebuah produk bisa saja laku di lingkungan kampus atau komunitas, tetapi belum tentu siap menjangkau pasar yang lebih luas. Untuk naik level, pebisnis muda perlu menguji tidak hanya daya tarik produk, tetapi juga harga, konsistensi kualitas, kapasitas produksi, kesiapan pengiriman, hingga strategi marketing kepada konsumen baru. Dengan pondasi tersebut, bisnis akan lebih siap berkembang secara berkelanjutan.

Sibuk berjualan, tetapi belum punya akses belajar dari orang yang lebih berpengalaman

Menjalankan bisnis sendiri sering kali membuat pebisnis muda fokus pada operasional sehari-hari, sehingga belum memiliki banyak ruang untuk memikirkan pengembangan usahanya.

Sementara itu, akses terhadap mentor, jejaring, dan kesempatan menguji strategi juga tidak selalu mudah bagi mahasiswa maupun fresh graduate.

Padahal, insight dari sosok yang memahami pasar dapat membantu mereka memperkuat produk, memperbaiki strategi, serta membawa bisnis berkembang lebih terarah.

Berita Terkait

Pegadaian Medan Dukung ‘Queen of BMX Medan’ Melaju di Kancah Internasional

redaksi

Telkomsel Hadirkan Pendampingan Psikososial bagi 2.000 Anak Terdampak Bencana Sumatera

Jhon Chan

Ketidakpastian Ekonomi, Mengapa Gadai Menjadi Solusi Utama Masyarakat Indonesia?

Jhon Chan

BCA Digital Salurkan Fasilitas Channeling ke Kredivo Group

Jhon Chan

BCA Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumut

Jhon Chan

Memperingati Hari Pendidikan Nasional, Pegadaian Cabang Sidikalang Serahkan Bingkisan Perlengkapan Sekolah

redaksi

Leave a Comment