Babinsa Ingatkan Bahaya Buka Lahan dengan Membakar
Keponesia | Suasana santai di sebuah warung kopi di Desa Sibagindar, Kecamatan Pagindar, Kabupaten Pakpak Bharat, dimanfaatkan Babinsa Koramil 07/Salak, Kodim 0206/Dairi, Sertu Juparman Purba, untuk menyampaikan imbauan tentang pentingnya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kegiatan pembinaan teritorial (Binter) melalui komunikasi sosial (Komsos) tersebut berlangsung Jumat (4/9/2026). Dalam kesempatan itu, Sertu Juparman Purba berdialog langsung dengan warga yang sedang beraktivitas di warung milik Jodianto Situmorang.
Dalam suasana yang akrab, Babinsa menyampaikan bahwa warung kopi dapat menjadi salah satu sarana efektif untuk membangun komunikasi dengan masyarakat. Melalui dialog secara langsung, warga dapat menyampaikan berbagai informasi maupun persoalan yang berkembang di lingkungan sekitar.
Sertu Juparman mengingatkan warga agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Ia juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi kebakaran di kawasan perkebunan dan ladang yang berada dekat dengan permukiman.
Warga juga diminta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan asap, titik api, maupun kondisi lain yang berpotensi memicu kebakaran.
“Pencegahan lebih baik daripada harus menangani kebakaran yang sudah meluas. Karena itu, kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan,” pesan Sertu Juparman.
Salah seorang warga, Maladin Berutu, menyambut baik imbauan yang disampaikan Babinsa. Menurutnya, komunikasi secara langsung membuat masyarakat lebih mudah memahami pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya karhutla.
“Kami sebagai warga tentu harus ikut menjaga lingkungan. Kalau ada tanda-tanda kebakaran, sebaiknya segera diinformasikan agar bisa cepat ditangani,” ujarnya.
Terpisah, Danramil 07/Salak Kapten Inf A.F. Sagala mengatakan pihaknya terus mendorong para Babinsa untuk aktif menjalin komunikasi dengan masyarakat melalui kegiatan Komsos di berbagai tempat yang menjadi pusat aktivitas warga.
Menurutnya, upaya pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan tidak dapat hanya mengandalkan aparat.
“Menjaga hutan dan lahan merupakan tanggung jawab kita bersama. Dengan komunikasi yang intensif, diharapkan masyarakat semakin peduli dan bersama-sama mencegah terjadinya karhutla,” katanya. (Prajurit Pena)
