KEPONESIA
ABDI NEGARA

Jembatan Garuda Pakpak Bharat Dikebut, Progres 41,5 Persen, Akses Petani Segera Terhubung

Jembatan Garuda Pakpak Bharat Dikebut, Progres 41,5 Persen, Akses Petani Segera Terhubung

Pembangunan Jembatan Beton Garuda di Desa Kecupak 2, Kecamatan Pergetteng-getteng Sengkut (PGGS), Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara. (Foto: Istimewa)

Keponesia.com | Pembangunan Jembatan Beton Garuda di Desa Kecupak 2, Kecamatan Pergetteng-getteng Sengkut (PGGS), Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, terus dikebut.

Jembatan yang menjadi salah satu akses penting bagi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pengecoran pondasi. Hingga Kamis (8/10/2026), progres pembangunan telah mencapai 41,50 persen.

Pengecoran pondasi dilakukan Babinsa Koramil 07/Salak Kodim 0206/Dairi Kopral Kepala Naseb Susanto bersama enam warga setempat. Mereka bekerja langsung di lokasi untuk memastikan tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana.

Jembatan Garuda memiliki panjang 13 meter, lebar 3 meter, dengan kedalaman sekitar 5 meter. Sebelum pengecoran pondasi dilakukan, sejumlah pekerjaan telah diselesaikan, mulai dari pembersihan area, pembongkaran material besi lama, penggalian pondasi, hingga pemotongan dan perakitan besi tiang pondasi.

Tahap pengecoran pondasi menjadi bagian penting dalam pembangunan karena akan menentukan kekuatan struktur jembatan agar mampu digunakan dalam jangka panjang.

Berbagai material pendukung pembangunan juga telah tersedia di lokasi, seperti pasir, kerikil, batu padas, semen, papan, broti, besi berbagai ukuran, kawat, paku serta perlengkapan konstruksi lainnya.

Seluruh kegiatan berlangsung aman dan lancar dengan kondisi cuaca cerah.

Buka Akses Warga dan Lahan Pertanian

Dandim 0206/Dairi Letkol Arm Denni Andika Wardana, S.H., M.I.P., melalui Danramil 07/Salak Kapten Inf A.F. Sagala, mengatakan pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari upaya memperkuat konektivitas masyarakat di wilayah pedesaan.

Menurutnya, keberadaan jembatan sangat penting untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi geografis wilayah yang selama ini menjadi salah satu kendala mobilitas, seperti sungai, jurang dan perbukitan.

“Pembangunan ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat atas instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat konektivitas dan akses masyarakat di wilayah pedesaan yang selama ini terhambat oleh kondisi geografis,” ujarnya.

Dengan selesainya pembangunan jembatan tersebut nantinya, masyarakat diharapkan dapat melakukan mobilitas dengan lebih mudah dan memangkas waktu tempuh menuju sejumlah lokasi yang selama ini sulit dijangkau.

Tak hanya untuk aktivitas sehari-hari, jembatan ini juga diharapkan memberikan dampak langsung bagi sektor pertanian.

Akses yang semakin baik akan memudahkan para petani menuju lahan pertanian sekaligus mengangkut hasil panen. Distribusi hasil pertanian pun diharapkan menjadi lebih lancar sehingga dapat menghemat waktu, biaya dan tenaga masyarakat.

Pembangunan Jembatan Garuda menjadi salah satu bentuk hadirnya infrastruktur di tengah masyarakat pedesaan. Dengan akses yang semakin terbuka, diharapkan aktivitas ekonomi warga ikut bergerak dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

Negara hadir untuk rakyat. (*)

Reporter: Putra

Berita Terkait

Perkuat Sinergitas TNI dan Kelurahan, Babinsa Koramil 0201-07/MT Gelar Komsos

Daffa Arya

Babinsa Koramil 06/Kerajaan Ajak Warga Pakpak Bharat Waspadai Curanmor

Daffa Arya

Permukiman Warga di Pakpak Bharat Terbakar, Babinsa dan Tim Gabungan Berjibaku

Daffa Arya

Jembatan Beton Garuda Mulai Dibangun di Parbuluan, Babinsa Bersama Warga Kejar Akses Pertanian

Daffa Arya

Babinsa Koramil 0201-05/Mb Turun Langsung Ajak Warga Jaga Kamtibmas

Daffa Arya

Bantuan PKH Terhenti, Warga Desa Pardomuan Klarifikasi ke Kantor Desa

Daffa Arya

Leave a Comment