KEPONESIA
BISNIS

Pergerakan Bitcoin Dihantui Tekanan Jual dan Suku Bunga

Pergerakan Bitcoin Dihantui Tekanan Jual dan Suku Bunga
Isi Konten
  • Pergerakan Bitcoin Dihantui Tekanan Jual dan Suku Bunga
  • Kondisi Harga Terkini Bitcoin
  • Pendorong Utama Pergerakan Bitcoin Hari Ini
  • Arah Pergerakan BTC

 

Pergerakan Bitcoin Dihantui Tekanan Jual dan Suku Bunga

Perdagangan hari ini, Senin, 23 Maret 2026, pasar Bitcoin (BTC) bergerak di bawah tekanan jual yang cukup kuat.

Sentimen risiko global yang memburuk, terutama akibat eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah, menjadi pemicu utama penurunan harga aset kripto yang tergolong berisiko tinggi.

Kondisi Harga Terkini Bitcoin

Secara umum, Bitcoin menunjukkan tren pelemahan dengan volatilitas yang cukup tinggi.

Berikut ringkasan pergerakan harganya berdasarkan beberapa sumber:

Harga Bitcoin: Sebagian besar data menunjukkan Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$68.000. Meski sempat bertahan di atas US$70.000, tekanan jual mendorongnya turun ke level tersebut.

Perubahan Harga Bitcoin: Harga tercatat mengalami penurunan lebih dari 3% dalam 24 jam terakhir, menjadikannya level terendah sejak awal Maret 2026.

Kapitalisasi Pasar Bitcoin: Kapitalisasi pasar kripto global ikut terkoreksi, turun 2,69% menjadi US$2,35 triliun.

Pendorong Utama Pergerakan Bitcoin Hari Ini

Penurunan harga Bitcoin tidak terjadi secara terpisah. Ada beberapa faktor utama yang mempengaruhinya:

1. Eskalasi Konflik Geopolitik: Ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran di Timur Tengah telah memicu lonjakan harga minyak mentah dan menciptakan ketidakpastian global. Situasi ini mendorong investor untuk menjauhi aset-aset berisiko seperti kripto.

2. Sentimen dan Tekanan Pasar: Kekhawatiran akan kenaikan harga energi dan dampaknya terhadap inflasi telah memperkuat sentimen negatif (bearish). Akibatnya, terjadi aksi jual dan likuidasi besar-besaran, terutama pada posisi long (spekulasi harga naik).

3. Pelemahan Level Teknis: Bitcoin saat ini sedang menguji level support kritis di sekitar US$68.300, yaitu rata-rata pergerakan 200 minggu (200-week EMA). Jika level ini gagal dipertahankan, bukan tidak mungkin harga akan melanjutkan penurunannya.

Arah Pergerakan BTC

Para analis memiliki pandangan yang beragam terhadap arah pergerakan BTC selanjutnya.

Skenario Bearish (Pelemahan): Jika tekanan jual berlanjut dan Bitcoin gagal bertahan di atas US$68.000, potensi koreksi lebih dalam ke area US$66.000 – US$50.000 masih terbuka lebar.

Sinyal Netral (Sideways): Saat ini pasar cenderung bergerak sideways (melemah) sambil mencari arah yang lebih jelas. Investor cenderung wait and see menunggu sentimen pasar membaik.

Sinyal Bullish (Penguatan): Di tengah tekanan, terbentuk pola golden cross (potongan garis rata-rata pergerakan). Meski demikian, sinyal ini dianggap belum cukup kuat untuk membalikkan tren penurunan saat ini.

Sebagai catatan, terdapat perbedaan data dari satu sumber yang menunjukkan harga Bitcoin di US$74.646, namun data ini kemungkinan adalah harga dari beberapa jam sebelumnya. Mayoritas sumber terbaru mengonfirmasi penurunan ke kisaran US$68.000. ***

Berita Terkait

Samera Group Tancap Gas, Alaya Samera Mulai Groundbreaking di Bulan Berkah

Jhon Chan

Telkomsel & WeTV Gelar Undian “Bagi-Bagi Mobil”

Jhon Chan

Telkomsel Percepat Pemulihan Jaringan di Takengon

Jhon Chan

Telkomsel Hadirkan Pendampingan Psikososial bagi 2.000 Anak Terdampak Bencana Sumatera

Jhon Chan

BCA Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumut

Jhon Chan

BCA Expoversary 2026 Hadir di Medan, Banjir Diskon Bunga KKB, KPR, dan KSM

Jhon Chan

Leave a Comment