KEPONESIA
E-KEPO

Ratusan Siswa SMAN 1 Berastagi Diduga Alami Gangguan Kesehatan Usai Santap MBG

Ratusan Siswa SMAN 1 Berastagi Diduga Alami Gangguan Kesehatan Usai Santap MBG

Ratusan Siswa SMAN 1 Berastagi Diduga Alami Gangguan Kesehatan Usai Santap MBG

Keponesia | Ratusan siswa SMAN 1 Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/8/2026).

Proses evakuasi dan pemeriksaan medis terhadap para siswa masih berlangsung. Para siswa yang mengalami keluhan kesehatan dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Berastagi dan Kabanjahe untuk mendapatkan penanganan.

Beberapa fasilitas kesehatan yang menangani para siswa di antaranya Puskesmas Berastagi, RS Amanda, RS Efarina Etaham Berastagi, Klinik Yoreskita, dan RSUD Kabanjahe.

Berdasarkan informasi sementara di lapangan, sejumlah siswa mulai mengalami keluhan tidak lama setelah menyantap makanan yang disalurkan melalui program MBG.

Keluhan yang dilaporkan antara lain rasa gatal pada mulut, munculnya bentol-bentol pada tubuh, sensasi panas pada bagian perut dan dada, hingga muntah-muntah.

Di RS Efarina Etaham Berastagi, sedikitnya 90 siswa dilaporkan telah menjalani perawatan. Namun, jumlah tersebut belum menjadi angka final karena pendataan terhadap siswa yang mendapat penanganan di fasilitas kesehatan lainnya masih berlangsung.

Proses evakuasi para siswa dilakukan menggunakan ambulans maupun kendaraan warga. Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan proses evakuasi pelajar menuju fasilitas kesehatan.

Dalam sejumlah rekaman tersebut, beberapa siswa tampak dibantu petugas saat dibawa ke ambulans. Sebagian lainnya terlihat mengalami kesakitan ketika hendak mendapatkan penanganan medis.

Bupati Karo Antonius Ginting bersama Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho turut turun langsung memantau kondisi para siswa. Keduanya terlihat mengunjungi RS Efarina Etaham Berastagi untuk memastikan proses penanganan medis berjalan sesuai kondisi masing-masing pasien.

Sementara itu, Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumatera Utara, Tengku Agung Kurniawan, mengatakan pihaknya masih melakukan verifikasi terkait informasi tersebut.

“Kami masih melakukan pengecekan terkait informasi tersebut. Terima kasih atas informasinya,” kata Agung.

Kepala SPPG Wilayah Berastagi, Sumber Sembiring, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan terkait kejadian tersebut.

Meski sejumlah siswa mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG, belum dapat dipastikan bahwa keluhan tersebut disebabkan oleh makanan yang disajikan dalam program tersebut.

Penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil pemeriksaan medis serta pemeriksaan terhadap makanan dan sampel terkait.

Pemeriksaan terhadap sampel makanan diperlukan untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa sekaligus memastikan apakah kejadian tersebut memiliki kaitan dengan makanan MBG atau disebabkan oleh faktor lainnya. Hingga kini, proses pendataan dan pemeriksaan terhadap siswa masih berlangsung. (*)

Berita Terkait

Ribuan Pramuka Ikuti Jamda XI Sumut 2026 di Sibolangit

Daffa Arya

Pelleng Jadi Bekal Merantau, Babinsa Salak Beri Pesan untuk Putri Warga yang Akan ke Jepang

Daffa Arya

Gempa Tektonik Magnitudo 3,0 Guncang Subulussalam, Belum Ada Laporan Kerusakan

Daffa Arya

PSSI dan Pemprovsu Berbagi Bola Gratis Dukung Fondasi Calon Atlet Sepak Bola Nasional

redaksi

Wamenaker: Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Daffa Arya

Rumah di Kompleks Grand Polonia Medan Meledak, Camat: Ada 4 Rumah Turut Rusak

Daffa Arya

Leave a Comment