Babinsa Koramil 07/Salak, Kodim 0206/Dairi, Sertu S. Boangmanalu Turun Langsung Ke Ladang Ikut Menanam Jagung Bersama Petani di Desa Salak I. (Foto: Istimewa)
Keponesia.com | Upaya memperkuat ketahanan pangan tidak hanya dilakukan melalui kebijakan, tetapi juga lewat pendampingan langsung kepada petani di lapangan. Di Kabupaten Pakpak Bharat, Babinsa Koramil 07/Salak, Kodim 0206/Dairi, Sertu S. Boangmanalu turun langsung ke ladang dan ikut menanam jagung bersama petani di Dusun Pealagat, Desa Salak I, Kecamatan Salak, Kamis (8/10/2026) pagi. Kegiatan tersebut dilakukan bersama petani Bija Manik di lahan seluas 0,5 hektare. Jenis benih yang ditanam adalah jagung P-32.
Tak sekadar memberikan arahan, Sertu S. Boangmanalu turut bekerja bersama petani dalam proses penanaman. Kehadiran Babinsa di tengah lahan pertanian tersebut menjadi bentuk dukungan TNI AD kepada masyarakat sekaligus upaya mendorong pemanfaatan lahan produktif untuk meningkatkan hasil pertanian.
Sambil bekerja, Babinsa memberikan motivasi kepada Bija Manik agar tetap bersemangat mengelola lahan pertaniannya.
Menurutnya, petani merupakan salah satu ujung tombak dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan. Karena itu, pendampingan kepada petani perlu dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya dalam bentuk komunikasi, tetapi juga melalui kehadiran langsung di lapangan.
“Petani merupakan ujung tombak dalam menjaga ketersediaan pangan. Karena itu, kami akan terus memberikan pendampingan dan motivasi agar masyarakat semakin bersemangat mengelola lahan pertanian,” ujar Sertu S. Boangmanalu.
Bagi Bija Manik, kehadiran Babinsa yang ikut bekerja di ladang memberikan semangat tersendiri.
Ia mengapresiasi pendampingan tersebut dan berharap tanaman jagung yang telah ditanam dapat tumbuh dengan baik sehingga menghasilkan panen yang maksimal bagi keluarganya.
Menurutnya, dukungan langsung dari Babinsa menunjukkan bahwa petani tidak berjalan sendiri dalam mengembangkan usaha pertanian.
Sementara itu, Danramil 07/Salak Kapten Inf A.F. Sagala mengatakan pendampingan Babinsa kepada petani merupakan bagian dari komitmen TNI AD dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan dan swasembada pangan.
“Kami mendorong para Babinsa untuk terus hadir di tengah masyarakat, membantu dan memberikan motivasi kepada petani. Dengan pemanfaatan lahan secara optimal dan kerja sama yang baik, diharapkan produktivitas pertanian meningkat sehingga ketahanan pangan di wilayah semakin kuat,” ujarnya.
Pendampingan tersebut diharapkan tidak berhenti pada proses penanaman. Babinsa juga akan terus mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan lahan yang tersedia sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung ketersediaan pangan di daerah.
Dari lahan seluas setengah hektare di Salak I, semangat gotong royong antara TNI dan petani kembali ditunjukkan. Upaya sederhana di tingkat desa tersebut menjadi bagian dari gerakan lebih besar untuk memperkuat ketahanan pangan dari daerah. (*)
