200 Bibit Mangrove Ditanam Pertamina di Medan Labuhan, Tanggul Rob Diperkuat
Keponesia | PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Terminal BBM Medan menegaskan komitmennya dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui aksi penanaman 200 bibit mangrove di kawasan pesisir Medan Labuhan.
Penanaman mangrove tersebut dilakukan sebagai upaya bersama untuk menjaga ekosistem pesisir, membantu memperkuat kawasan tanggul dari ancaman abrasi, serta mempertahankan fungsi mangrove sebagai benteng alami yang melindungi wilayah pesisir dari pengaruh air laut.
Kegiatan yang digelar di Lingkungan VII, Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan, Minggu turut melibatkan Camat Medan Labuhan beserta jajaran, masyarakat setempat, serta siswa dan siswi di kawasan tersebut.
Para pelajar mendapatkan edukasi mengenai pentingnya keberadaan mangrove bagi lingkungan, khususnya dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ozon Internasional yang diperingati setiap September. Penanaman mangrove diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga kualitas lingkungan dan mendukung pengendalian dampak perubahan iklim.
Selain penanaman, kegiatan ini sejalan dengan penataan dan peninggian tanggul pengendali rob yang sebelumnya telah dilakukan di kawasan tersebut.
Camat Medan Labuhan, Elias Padang, mengapresiasi langkah Pertamina yang turut mendukung upaya menjaga kawasan pesisir melalui penanaman mangrove.
Menurutnya, keberadaan mangrove memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan tanggul yang telah ditata selama kurang lebih tiga bulan.
“Kegiatan penanaman mangrove menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan tanggul yang telah ditata selama kurang lebih tiga bulan dan penanaman ini diharapkan terus kita lanjutkan di sepanjang kawasan tanggul,” ujar Elias.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk pemerintah, perusahaan dan masyarakat.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagut, Silvani Maiyestuhariani, mengatakan keberadaan mangrove di sepanjang kawasan tanggul diharapkan dapat membantu menahan sedimen, mengurangi pengikisan tepian, serta memperkuat perlindungan alami dari pengaruh arus dan pasang air laut.
“Kegiatan ini juga menjadi langkah awal dari upaya yang lebih berkelanjutan untuk memperkuat ekosistem di kawasan pesisir,” terang Silvani.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pertamina untuk membangun kolaborasi antara perusahaan, pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Tidak hanya melalui kegiatan penanaman, tetapi juga dengan membangun kepedulian bersama agar manfaat mangrove dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat dan generasi mendatang,” tutup Silvani. Minggu (13/9/2026).
Melalui program TJSL penanaman mangrove, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Terminal BBM Medan terus mendorong berbagai inisiatif berbasis potensi lokal untuk menjawab tantangan lingkungan dan perubahan iklim.
Program tersebut turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, SDGs 14 tentang Ekosistem Lautan, SDGs 15 tentang Ekosistem Daratan, serta SDGs 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Ke depan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut berkomitmen melanjutkan berbagai program sosial dan lingkungan yang memberikan manfaat positif serta berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. (*)
