KEPONESIA
OTOMOTIF

KAI Sumut dan BTP Medan Pantau Kondisi Jalur KA Rantauprapat Baru – Aek Nabara

KAI Sumut dan BTP Medan Pantau Kondisi Jalur KA Rantauprapat Baru - Aek Nabara

KAI Sumut dan BTP Medan Pantau Kondisi Jalur KA Rantauprapat Baru – Aek Nabara

Keponesia | PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Medan menggelar kegiatan inspeksi bersama (join inspection) di jalur kereta api antara Stasiun Rantauprapat Baru hingga Stasiun Aek Nabara. Lintas sepanjang 18,5 kilometer tersebut merupakan bagian dari proyek pembangunan jalur KA Rantauprapat – Kota Pinang yang dibangun oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan dan saat ini belum dioperasionalkan.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan bahwa peninjauan ini difokuskan untuk memastikan keandalan seluruh infrastruktur yang ada di lintasan tersebut.

“Inspeksi bersama ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi prasarana, mulai dari jalur rel, jembatan, hingga fasilitas stasiun pada lintas tersebut. Pembangunan jalur yang ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) Trans Sumatera ini dimulai sejak 2017 dan terhenti karena adanya pandemi Covid-19 pada tahun 2020 lalu,” kata Anwar. Senin (20/07/2026).

Selain memeriksa kelaikan teknis, tinjauan bersama ini juga bertujuan untuk memitigasi risiko keamanan serta menjaga aset perkeretaapian dari aksi vandalisme oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, seluruh aset perkeretaapian—termasuk jalur, stasiun, dan prasarana pendukungnya merupakan Objek Vital Nasional (Obvitnas). Hal ini dikarenakan fungsinya yang menyangkut hajat hidup orang banyak serta kepentingan strategis negara.

“Penjagaan dan pengawasan ini kami maksudkan agar jika sewaktu-waktu jalur ini akan diaktifkan dan digunakan untuk operasional kereta api, seluruh aspeknya telah memenuhi syarat, terutama dari sisi keselamatan perjalanan,” tambah Anwar.

Kesiapan operasional jalur baru ini cukup dibutuhkan seiring dengan pertumbuhan volume penumpang yang tinggi di Stasiun Rantauprapat, yang relnya terhubung langsung dengan jalur Rantauprapat Baru – Aek Nabara. Berdasarkan data performa Semester I dalam tiga tahun terakhir, grafik pergerakan pelanggan terus menunjukkan tren positif.

Stasiun ini mencatat sebanyak 204.152 pelanggan (naik dan turun) pada enam bulan pertama tahun 2024. Angka tersebut kemudian melesat tajam sebesar 18 persen menjadi 240.408 pelanggan pada Semester I/2025, dan terus konsisten tumbuh sebesar 7 persen pada Semester I/2026 hingga berhasil melayani total 258.416 pelanggan.

Dalam kurun waktu dua tahun saja, jumlah pelanggan di Stasiun Rantauprapat yang setiap harinya dilayani oleh 6 hingga 8 perjalanan KA Sribilah (Utama maupun Fakultatif) telah bertambah hingga 54 ribu pelanggan.

“Data pertumbuhan ini menjadi bukti nyata tingginya tingkat kepercayaan masyarakat Labuhanbatu dan sekitarnya terhadap moda transportasi kereta api. Masyarakat membutuhkan transportasi umum yang aman, nyaman, dan tentunya memiliki kepastian jadwal perjalanan,” ungkap Anwar.

KAI Divre I Sumatera Utara menegaskan kembali komitmen dalam menjaga aset negara sekaligus menyambut potensi besar angkutan massal di masa depan.

“Melalui inspeksi bersama ini, KAI Divre I Sumut berkomitmen penuh memelihara dan mengamankan seluruh aset perkeretaapian agar tetap dalam kondisi prima demi kepentingan strategis negara. Pengamanan infrastruktur ini menjadi fondasi penting, terlebih melihat potensi pertumbuhan penumpang di Stasiun Rantauprapat yang terus melonjak secara signifikan dari tahun ke tahun. Kami berharap, kesiapan jalur lintas Rantauprapat Baru hingga Aek Nabara ini nantinya dapat menjawab tingginya mobilitas masyarakat dan mempercepat integrasi konektivitas transportasi di Sumatera Utara,” pungkas Anwar. (Arya)

Berita Terkait

JETOUR T2 Kembali Pimpin Segmen SUV China Bermesin Bensin

Jhon Chan

Mobil Keluarga Tanpa Harus Mahal! Ini 3 Rekomendasi Mobil Bekas Terbaik

Jhon Chan

Jangan Beli Baru Dulu! Ini 3 Mobil Bekas Keren untuk Keluarga

Jhon Chan

3 Mobil Bekas LCGC Rp 60–70 Juta Buat Liburan Akhir Tahun 2025: Irit, Nyaman, Cocok untuk Keluarga

Jhon Chan

Honda Hadirkan Program Servis Khusus Konsumen Terdampak Banjir di Aceh, Medan, dan Padang

Jhon Chan

10 Mobil Honda Siap Rebut Gelar Terfavorit di Honda Culture Indonesia Vol. 2

Jhon Chan

Leave a Comment