Keponesia | Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, kembali mengingatkan betapa rentannya wilayah Indonesia terhadap cuaca ekstrem.
Curah hujan tinggi memicu luapan sungai, merusak permukiman, serta menimbulkan korban jiwa. Ribuan warga terpaksa mengungsi demi menghindari risiko lanjutan seperti banjir susulan dan pergeseran tanah.
Di tengah situasi darurat ini, berbagai pihak menunjukkan solidaritas, termasuk perusahaan logistik JNE menghadirkan program gratis ongkos kirim (ongkir) khusus untuk bantuan kemanusiaan.
Program ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang ingin menyalurkan dukungan langsung tanpa harus terbebani biaya logistik.
Program Gratis Ongkir JNE untuk Bantuan Kemanusiaan
Melalui unggahan resmi di akun Instagram @jne_id, JNE mengumumkan kebijakan pengiriman bantuan gratis ke wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Program ini berlangsung mulai 1-10 Desember 2025, dan dapat digunakan dari seluruh wilayah Indonesia.
Masyarakat, komunitas, hingga lembaga sosial untuk mengirimkan bantuan melalui drop point kantor perwakilan dan Kantor Cabang Utama JNE di masing-masing kota. Dengan begitu, alur distribusi tetap terorganisir dan mematuhi standar operasional JNE.
Ketentuan Pengiriman Bantuan
Agar bantuan tepat sasaran, JNE menetapkan beberapa aturan teknis yang perlu dipenuhi pengirim:
Berat maksimal: 10 kg per pengiriman
Pengiriman dapat berupa perlengkapan bayi (makanan dan popok bayi) dan menyusui obat-obatan, sembako, peralatan mandi, pakaian layak pakai, alas tidur dan selimut
Barang yang tidak diterima: makanan basah, produk mudah busuk, dan cairan
Seluruh bantuan nantinya akan disalurkan ke posko JNE di Aceh, Sumut, dan Sumbar, bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan setempat untuk memastikan distribusi berlangsung cepat serta tepat sasaran.
