KEPONESIA
E-KEPO

Pelleng Jadi Bekal Merantau, Babinsa Salak Beri Pesan untuk Putri Warga yang Akan ke Jepang

Pelleng Jadi Bekal Merantau, Babinsa Salak Beri Pesan untuk Putri Warga yang Akan ke Jepang

Pelleng Jadi Bekal Merantau, Babinsa Salak Beri Pesan untuk Putri Warga yang Akan ke Jepang

Keponesia | Suasana makan siang di sebuah rumah warga di Jalan Palimbat Barisan, Desa Salak II, Kecamatan Salak, Kabupaten Pakpak Bharat, Sabtu (8/8/2026), berlangsung hangat. Di tengah hidangan khas Pakpak, pelleng si cina mbara, terselip pesan dan doa keluarga untuk seorang putri yang akan meninggalkan kampung halaman untuk merantau ke Jepang sebagai pekerja migran Indonesia (PMI).

Momen tersebut berlangsung saat Babinsa Koramil 07/Salak, Kodim 0206/Dairi, Sertu S. Boangmanalu melaksanakan patroli di wilayah desa binaannya. Dalam kesempatan itu, ia diundang warga bernama Simson Padang untuk makan siang bersama keluarga.

Bagi keluarga Simson, jamuan tersebut bukan sekadar makan bersama, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi sekaligus bentuk dukungan moral sebelum sang putri memulai perjalanan ke negeri orang.

“Babinsa sengaja saya undang untuk makan pelleng si cina mbara bersama keluarga. Ini merupakan tradisi Pakpak Bharat karena putri saya akan pergi merantau ke Jepang. Saya sengaja menghubungi Babinsa agar dapat memberikan semangat, motivasi, sekaligus nasihat kepada anak saya,” ujar Simson Padang.

Menanggapi harapan tersebut, Sertu S. Boangmanalu memberikan motivasi kepada putri Simson agar mempersiapkan diri dengan baik serta menjaga kesehatan selama berada di Jepang.

Ia juga berpesan agar sang putri senantiasa menjaga diri, berhati-hati dalam menjalankan pekerjaan, serta tidak melupakan keluarga di kampung halaman.

“Jaga diri dan kesehatan. Kalau sudah sampai di sana, jangan lupa memberikan kabar kepada orang tua di kampung. Jadikan kesempatan ini untuk bekerja dengan baik dan tetap membawa nama baik keluarga,” pesannya.

Sementara itu, Danramil 07/Salak Kapten Inf A.F. Sagala mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan teritorial (Binter) Babinsa yang tidak hanya dilakukan melalui kegiatan formal, tetapi juga dengan membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat.

“Babinsa harus hadir di tengah masyarakat, memahami kondisi warga dan memberikan motivasi ketika dibutuhkan. Kehadiran Babinsa diharapkan dapat memperkuat hubungan TNI dengan rakyat sekaligus menjadi bagian dari dukungan moral bagi warga yang sedang menghadapi berbagai tahapan kehidupan,” katanya.

Tradisi makan pelleng dalam masyarakat Pakpak tidak hanya menjadi bagian dari kekayaan budaya, tetapi juga memiliki makna sebagai bentuk doa, dukungan, dan pemberian semangat bagi seseorang yang akan menjalani perjalanan atau menghadapi tahapan penting dalam kehidupannya. (*)

Berita Terkait

PSSI dan Pemprovsu Berbagi Bola Gratis Dukung Fondasi Calon Atlet Sepak Bola Nasional

redaksi

Tangkap Momentum Pertumbuhan, BSI Dorong Nasabah Prioritas Medan Optimalkan Emas Sebagai Pelestari Kekayaan

Daffa Arya

Tim SAR Gabungan Temukan Korban Sampan Tenggelam di Sungai Sei Belawan pada Hari Kedua Operasi

Daffa Arya

Menaker dan Seskab Luncurkan MagangHub Angkatan II, Kuota Peserta Naik Jadi 150 Ribu

Daffa Arya

Mandat Baru dari Djakarta Theater: Menjaga Gizi dan Kas Desa

Daffa Arya

Kapolrestabes Medan: Temuan Awal Ledakan Grand Polonia Mengarah ke Kebocoran Pipa Gas Bawah Tanah

Daffa Arya

Leave a Comment